Airlangga Apresiasi Peran TNI-Polri yang Turut Salurkan Program Bantuan Langsung Tunai

Airlangga Apresiasi Peran TNI-Polri yang Turut Salurkan Program Bantuan Langsung Tunai

Jakarta, BreakingNEWS.vip – Pemerintah kembali melanjutkan program bantuan langsung tunai kepada masyarakat kecil, yang sejak tahun 2022 ini ditambah untuk kalangan nelayan. Penyerahan Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima, Warung, dan Nelayan (BT-PKLWN) sudah dilakukan secara simbolis pada Senin (14/3/2022) di Pelelangan Ikan Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. Dari 212 kabupaten/kota yang menjadi wilayah pelaksanaan BT-PKLWN, terdapat 106 kabupaten/kota yang disalurkan Polri dan 106 kabupaten/kota yang disalurkan oleh TNI, sehingga diharapkan tidak ada duplikasi penerima.

“Pemerintah mengucapkan terima kasih kepada TNI dan Polri yang melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat,” ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan resminya, Selasa (15/3).

Airlangga Hartarto mengemukakan, program Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BT-PKLW) di tahun 2022 ini dapat menggerakkan kembali ekonomi masyarakat di tingkat bawah.

Caranya dengan pemberian tunai sebagai dorongan untuk menjaga daya beli, kelangsungan usaha dan penghidupan masyarakat yang menjalankan Usaha Mikro, terutama Pedagang Kaki Lima (PKL) dan Pemilik Warung.

“Pada 2022 ini pemerintah melanjutkan program BT-PKLW dengan tambahan nelayan sebagai penerima manfaat. Khusus untuk nelayan, ini adalah program pertama di tahun 2022 yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan ekstrem di Indonesia,” ungkap Ketua Umum Partai Golkar itu.

Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) menjelaskan, BT-PKLWN 2022 ini secara spesifik menyasar 212 kabupaten dan kota yang masuk dalam Roadmap Program Pengentasan Kemiskinan Ekstrem nol persen di tahun 2024.

Besaran BT-PKLWN adalah Rp 600.000/orang untuk 2,76 juta penerima yaitu untuk 1 juta PKLW dan 1,76 juta Nelayan.

Khusus untuk nelayan kriterianya adalah mereka pelaku usaha Kelautan dan Perikanan yang merupakan nelayan buruh, nelayan penangkap ikan tanpa kapal, atau nelayan pemilik kapal kurang dari 5 GT (Gross Tonase).

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )