Airlangga Hartarto Dampingi Wapres Tinjau Sentra Vaksinasi di Semarang

Airlangga Hartarto Dampingi Wapres Tinjau Sentra Vaksinasi di Semarang

SEMARANG, BreakingNEWS.vip – Pemerintah terus menggencarkan pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat di seluruh nusantara. Tujuannya, guna menggapai target kekebalan kelompok (herd immunity akhir 2021 ini. Untuk itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Penanganan Ekonomi Nasional (KPCPEN), meninjau sentra vaksinasi di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang, Jateng.

Sentra Vaksinasi Gradhika beroperasi setiap hari kerja dari Senin hingga Jumat pada pukul 07.00 s.d 14.00 WIB. Untuk check-in maksimal diterima sebelum pukul 13.30 WIB. Sentra vaksinasi ini terselenggara mulai 8 Juni 2021 hingga 31 Desember 2021.

Hingga 6 Oktober 2021, tercatat bahwa Sentra Vaksinasi Gradhika telah melakukan penyuntikan vaksin kepada 59.141 orang yang terdiri dari 38.181 orang untuk penyuntikan dosis pertama dan 25.960 orang untuk penyuntikan dosis kedua, dengan rata-rata penyuntikan vaksin per hari sebanyak 705 orang.

Kunjungan Menko Perekonomian yang juga Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto ke Semarang bertepatan dengan penyelenggaraan rapat koordinasi terkait penanggulangan kemiskinan ekstrem di Provinsi Jawa Tengah, yang dibuka oleh Wapres Ma’ruf Amin, Rabu (6/10/2021). Rakor ini merupakan rangkaian kunjungan kerja Wapres ke 7 provinsi prioritas penanggulangan kemiskinan ekstrem 2021.

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin yang didampingi oleh Airlangga Hartarto juga meninjau sentra vaksinasi di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang, itu.

Terdapat setidaknya 5 kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang termasuk dalam kabupaten prioritas untuk program penanganan kemiskinan ekstrem tahun 2021 antara lain Banyumas, Banjarnegara, Kebumen, Pemalang, dan Brebes. Jumlah penduduk miskin ekstrem di Provinsi Jawa Tengah sebanyak 581.968 jiwa dan jumlah rumah tangga miskin ekstrem sebanyak 303.010 rumah tangga.

Pemilihan 5 kabupaten prioritas di Jawa Tengah didasarkan bukan hanya pada kriteria presentase tingkat kemiskinan ekstrem, tapi juga dikombinasikan dengan jumlah masyarakat miskin ekstrem di wilayah tersebut. Ukuran tingkat kemiskinan ekstrem yang digunakan mengacu pada definisi Bank Dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yakni sebesar $1,9 PPP (Purchasing Power Parity) per kapita per hari.

Usai rapat, Wapres mengungkapkan keyakinannya bahwa Provinsi Jawa Tengah siap untuk memenuhi target pengurangan kemiskinan ekstrem pada 2024, dan berpesan agar dunia usaha yang beroperasi di wilayah Jawa Tengah dan 5 Kabupaten prioritas dapat berpartisipasi mengurangi kemiskinan ekstrem dengan mendorong konvergensi program Corporate Social Responsibility (CSR) menggunakan pendekatan yang sama dengan Pemerintah.

Turut hadir mendampingi Wapres Ma’ruf Amin antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, dan Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki yang disambut oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo beserta lima Bupati yang wilayahnya termasuk prioritas penanggulangan kemiskinan ekstrem.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )