Airlangga Hartarto dan Ida Fauziyah Siap Revisi Aturan Jaminan Hari Tua

Airlangga Hartarto dan Ida Fauziyah Siap Revisi Aturan Jaminan Hari Tua

Jakarta, BreakingNEWS.vip – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah segera merevisi aturan mengenai Jaminan Hari Tua. Revisi dilakukan pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No 2 tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua (JHT).

Diketahui, revisi dilakukan seiring adanya aspirasi dari para pekerja yang keberatan atas kebijakan JHT tersebut.

Menko Perekonomian dan Menaker diminta untuk menyederhanakan kebijakan soal JHT itu.

Airlangga menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo terus mengikuti aspirasi para pekerja dan presiden memahami keberatan dari para pekerja terhadap Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 2 Tahun 2022 tentang tata cara dan persyaratan pembayaran Jaminan Hari Tua itu. Hal itu sebelumnya juga disampaikan oleh Mensesneg Pratikno melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa (22/2/2022) pagi.

“Tadi pagi Bapak Presiden sudah memanggil Pak Menko Perekonomian, Ibu Menteri Ketenagakerjaan, dan Bapak Presiden sudah memerintahkan agar tata cara dan persyaratan pembayaran JHT itu disederhanakan,”demikian disampaikan Pratikno.

Pratikno menjelaskan kebijakan soal JHT yang akan direvisi dalam rangka mempermudah pekerja yang mengalami PHK.

Pratikno menuturkan bahwa perubahan kebijakan JHT itu akan diatur melalui revisi Permenaker Nomor 2 tahun 2022 atau regulasi lainnya.

“Dipermudah agar dana JHT itu bisa diambil oleh individu pekerja yang sedang mengalami masa-masa sulit sekarang ini, terutama yang sedang menghadapi PHK,” ungkapnya.

“Jadi bagaimana nanti pengaturannya akan diatur lebih lanjut di dalam revisi Peraturan Menteri Tenaga Kerja atau regulasi yang lainnya,” tambahnya.

Di sisi lain, Presiden Jokowi meminta para pekerja untuk mendukung situasi yang kondusif dalam rangka meningkatkan daya saing dalam mengundang investasi.

“Ini penting sekali dalam rangka membuka lebih banyak lapangan kerja yang berkualitas,” tandasnya.

Seperti diketahui, Permenaker Nomor 2 tahun 2022 mengungkapkan bahwa klaim JHT hanya bisa dicairkan jika pegawai sudah berusia 56 tahun.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )