Airlangga Hartarto: Indonesia Mampu Cukupi Kebutuhan Pangan Nasional

Airlangga Hartarto: Indonesia Mampu Cukupi Kebutuhan Pangan Nasional

Jakarta, BreakingNEWS.vip – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan Indonesia telah mampu mencukupi kebutuhan pangan nasional. Tahun 2022 ini Indonesia memiliki surplus produksi beras sebanyak tujuh juta ton.

Sejak sebulan terakhir, Indonesia menjadi salah satu negara yang dipercaya untuk membantu mitigasi dan memberikan solusi atas dampak-dampak krisis pangan, energi dan keuangan bagi negara-negara yang rentan, terutama yang diakibatkan pandemi Covid-19 dan krisis antara Ukraina dan Rusia. Kepercayaan itu berwujud dengan bergabungnya Indonesia dalam Global Crisis Response Group (GCRG).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewakili Presidensi G20 dipercaya oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk menjadi anggota GCRG bersama dengan Perdana Menteri Bangladesh, Perdana Menteri Barbados, Perdana Menteri Denmark, Kanselir Jerman, dan Presiden Senegal.

Peranan Indonesia dalam GCRG itulah yang menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan virtual antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Sekretaris Eksekutif United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP) Armida S. Alisjahbana, kemarin.

“Pembahasan dalam forum Sherpa GCRG mencakup ketahanan pangan, ketahanan energi, dan isu finansial, yang sejalan dengan pembahasan dalam agenda prioritas Presidensi G20 Indonesia,” jelas Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/6/2022).

Demikian pula halnya dengan ketahanan energi, komoditas batu bara Indonesia menjadi diminati dikarenakan tingginya harga minyak dan gas akibat konflik di Eropa Timur.

“Indonesia berperan dalam menghadapi krisis global yang terjadi di Eropa Timur saat ini. Selain itu, Indonesia juga memiliki posisi strategis dalam pemenuhan komoditas pangan dan energi, khususnya batu bara di kawasan,” ujar ketua umum Partai Golkar itu.

Terkait peran Indonesia di GCRG dan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), Airlangga berharap UNESCAP dapat mendukung Pemerintah Indonesia dalam hal kajian terhadap fokus pembahasan GCRG (pangan, energi, dan finansial), kemudian kajian skema pembiayaan untuk pembangunan seperti melalui skema pembiayaan campuran/blended finance, dan dalam upaya transisi energi serta penanganan perubahan iklim.

“Untuk kajian tentang pangan, kami berharap hasil kajian itu akan dapat meningkatkan efektivitas dan produktivitas pangan nasional,” imbuh ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) itu.

Pemerintah telah menyelaraskan kebijakan nasional dalam RPJMN 2020-2024 dengan seluruh 17 SDGs. Lebih lanjut, tujuan SDGs tersebut juga dituangkan dalam Rencana Strategis dari Kementerian/Lembaga hingga Rencana Kerja Pemerintah Tahunan. Sebagai bentuk komitmen lanjutan, Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Ekonomi Digital

Beralih ke potensi ekonomi digital, Airlangga menyampaikan bahwa Indonesia adalah pasar ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Pada 2019, nilai ekonomi digital Indonesia sebesar US$ 40 miliar, dan diperkirakan akan naik mencapai US$ 133 miliar pada 2030. Sektor ekonomi digital di Indonesia mencatat pertumbuhan positif 11% selama pandemi Covid-19.

“Tetapi di sisi lain, status literasi digital dan daya saing digital Indonesia masih belum optimal, sehingga memerlukan dukungan dari berbagai pihak untuk memanfaatkan peluang di sektor tersebut,” ungkap Airlangga.

Selanjutnya, Airlangga juga membagikan update tentang Program Kartu Prakerja. Sejak dimulai pada April 2020 hingga Juni 2022 tercatat sebanyak 12,8 juta orang telah menerima manfaat kartu Prakerja, terbagi atas 53% penerima laki-laki dan 47% penerima perempuan.

Pada Presidensi G20 Indonesia, menurut Airlangga, penting bagi Indonesia untuk menggandeng para pihak yang terlibat dalam ekosistem ekonomi digital untuk dapat memberikan capaian konkret bagi masyarakat. Sejalan dengan itu, Digital Economy Working Group akan meluncurkan G20 Digital Innovation Network (DIN).

Forum G20 DIN merupakan forum pertama yang menyatukan banyak perusahaan rintisan, pemodal ventura, pembuat kebijakan, dan korporasi di sektor ekonomi digital. Tahun ini, G20 DIN menargetkan 100 perusahaan rintisan dengan inovasi yang berfokus pada sektor kesehatan, energi hijau dan terbarukan, inklusi keuangan, dan rantai pasok.

Apresiasi Kartu Prakerja

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Eksekutif UNESCAP menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Program Kartu Prakerja di Indonesia. Selain membantu masyarakat Indonesia dengan meningkatkan keahlian dan kompetensi, program ini juga menjadi sarana semi bantuan sosial kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

Program Kartu Prakerja juga turut berkontribusi dalam peningkatan keuangan inklusif karena menjalin kerja sama dengan lembaga keuangan formal maupun fintech dalam penyaluran insentifnya. Kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan UNESCAP dapat diwujudkan agar program ini dapat direplikasi negara lain, khususnya negara di kawasan Asia Pasifik.

Sekretaris Eksekutif UNESCAP juga menyampaikan selamat dan mengapresiasi penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia. Momen penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia diharapkan dapat menjaga kesatuan G20 dalam rangka memberikan solusi bagi persoalan global yang saat ini tengah terjadi.

Selain itu, Sekretaris Eksekutif Armida juga mendukung capaian dan progres dari program-program Pemerintah dalam mendorong tercapainya SDGs di Indonesia. Capaian dan keberhasilan pemerintah Indonesia dalam program implementasi SDGs diharapkan dapat menjadi best practices bagi negara lain di kawasan Asia Pasifik.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )