Airlangga Hartarto: Kasus Covid-19 Terkendali, Pemerintah Tetap Waspadai Potensi Varian Baru

Airlangga Hartarto: Kasus Covid-19 Terkendali, Pemerintah Tetap Waspadai Potensi Varian Baru

Jakarta, BreakingNEWS.vip – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, sejauh ini tidak ada lonjakan kasus Covid-19 secara signifikan pasca sebulan masa libur lebaran Idulfitri 2022. Meski begitu, pemerintah tetap mewaspadai potensi kenaikan kasus varian baru BA.4 dan BA.5 yang sudah terjadi di negara lain.

“Kasus harian di Indonesia cukup baik dan terkendali, walaupun ada sedikit kenaikan di angka rata-rata minggu terakhir, namun masih jauh lebih baik dan lebih rendah dibanding negara lain,” ujar Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/6/2022).

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) itu menerangkan, per 12 Juni 2022, kasus aktif nasional sebanyak 4.680, dengan komposisi Jawa-Bali sebanyak 4.106 kasus atau 87,7% dan luar Jawa-Bali 574 kasus atau 12,2%.

Sedangkan kasus konfirmasi harian sebanyak 551 kasus, di mana luar Jawa-Bali sangat rendah hanya 15 kasus atau sebesar 2,7% dari kasus harian nasional.

“Untuk kasus konfirmasi harian di luar Jawa-Bali masih cukup rendah (tanggal 12 Juni hanya 15 kasus), dan tidak terdapat tren kenaikan kasus,” jelas Airlangga.

Per 11 Juni 2022, Kasus Konfirmasi Harian di Indonesia sebanyak 574 kasus, sedangkan di Australia sudah mencapai 16.393 kasus, India 8.582 kasus, Singapura 3.128 kasus, Thailand 2.474 kasus, dan Malaysia 1.709 kasus. Kasus Harian di Indonesia cukup baik dan terkendali, walaupun ada sedikit kenaikan di angka rata-rata minggu terakhir, namun masih jauh lebih baik dan lebih rendah dibanding negara lain,” paparnya.

Ketua Umum Partai Golkar menyebutkan, angka Reproduksi Kasus Efektif (Rt) Indonesia stabil 1,00 (laju penularan terkendali), atau angkanya tetap (tidak berubah) sejak akhir Maret 2022. Rt per Pulau juga terkendali di bawah 1,00 kecuali Bali (1,01). Transmisi Covid-19 di Indonesia sejauh ini tetap terkendali, Rt untuk per Pulau atau wilayah di luar Jawa-Bali menunjukkan sangat baik (terkendali) yakni Maluku (0,98), Nusa Tenggara (0,99), Papua (0,99) Kalimantan (0,99), Sulawesi (0,99), dan Sumatera (1,00).

Airlangga juga menjelaskan bahwa per 12 Juni 2022, Kasus Aktif Nasional sebanyak 4.680 kasus, dengan komposisi Jawa-Bali sebanyak 4.106 kasus atau 87,7% dan luar Jawa-Bali sebesar 574 kasus atau 12,2%. Sedangkan Kasus Konfirmasi Harian sebanyak 551 kasus, di mana luar Jawa-Bali sangat rendah hanya 15 kasus atau sebesar 2,7% dari Kasus Harian Nasional.

Selama Mei 2022, Kasus Aktif mengalami penurunan kecuali di Jawa-Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. Sementara itu, Tingkat Kesembuhan (RR) Nasional adalah 97,34%, dan Tingkat Kematian (CFR) Nasional adalah 2,58%. “Untuk kasus konfirmasi harian di luar Jawa-Bali masih cukup rendah (tanggal 12 Juni hanya 15 kasus), dan tidak terdapat tren kenaikan kasus,” terang Menko Airlangga.

Sumber transmisi penularan Kasus Harian Nasional (per 12 Juni 2022) berasal dari kasus lokal sebanyak 526 kasus dan kasus dari luar negeri (PPLN) sebanyak 25 kasus. Positivity Rate masih dalam level aman (jauh di bawah 5%), dan per 11 Juni 2022 Positivity Rate Harian sebesar 1,31% dan sedangkan rata-rata mingguan 7DMA sebesar 1,09%.

BOR Covid-19, Isolasi dan ICU di luar Jawa-Bali juga cukup rendah dan terkendali. BOR Covid-19 dan BOR Isolasi tertinggi dialami Kalimantan Utara yakni masing-masing 6% dan 7%. BOR ICU tertinggi di Kalimantan Tengah mencapai 11%.

Level Asesmen untuk Kabupaten/Kota di Luar Jawa Bali, per 10 Juni 2022, sebanyak 386 Kabupaten/Kota di luar Jawa Bali sudah berada pada tingkat Transmisi Komunitas di Level 1.

Perkembangan Capaian Vaksinasi di Luar Jawa-Bali

Per 12 Juni 2022, terdapat 2 Provinsi di luar Jawa-Bali yang capaian Vaksinasi Dosis-1 masih di bawah 70% yaitu Papua Barat dan Papua. Untuk Vaksinasi Dosis-2, terdapat 17 Provinsi yang capaiannya sudah di atas 70% dan 10 Provinsi yang masih di bawah 70%. Vaksinasi Dosis-3 terdapat 22 Provinsi yang capaiannya sudah lebih dari 10%. Sedangkan untuk Vaksinasi Lansia Dosis-1 terdapat 7 Provinsi di luar Jawa-Bali yang pencapaiannya kurang dari 70%, dan Vaksinasi Lansia Dosis-2 ada 3 Provinsi luar Jawa-Bali yang sudah di atas 70% yaitu Bangka Belitung, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Arahan Presiden untuk meningkatkan Vaksinasi dosis ketiga (booster). Misalnya, untuk kegiatan di venue olahraga, musik, kesenian yang melibatkan banyak anggota masyarakat, vaksin dosis ketiga harus bisa difasilitasi, dan juga untuk kegiatan yang menimbulkan kerumunan agar vaksinasi ketiga pun harus didorong,” terang Menko Airlangga Hartarto.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )