Airlangga Hartarto: PPKM Luar Jawa Bali Kemungkinan Diperpanjang Hingga 20 September

Airlangga Hartarto: PPKM Luar Jawa Bali Kemungkinan Diperpanjang Hingga 20 September

JAKARTA, BreakingNEWS.vip – Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di luar Jawa-Bali dan Jawa-Bali periode 6-13 September akan berakhir pada hari ini, Senin (13/9/2021).

Biasanya pemerintah akan memutuskan apakah PPKM akan kembali diperpanjang atau tidak pada hari terakhir ini.

Lantas, apakah setelah periode ini berakhir, PPKM akan kembali diperpanjang lagi atau tidak?
Jawabnya, bisa jadi iya jika menilik kabar PPKM selama ini.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, evaluasi PPKM di Luar Jawa setiap dua pekan.
“Perpanjangannya setiap dua pekan, tentu evaluasinya setiap pekan,” ujar Airlangga Hartarto, Senin (13/9/2021) pagi.

Itu berarti PPKM Luar Jawa Bali diperpanjang hingga 20 September 2021.

Airlangga Hartarto, yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), menyebut arahan Presiden Jokowi bahwa pandemi belum berakhir.

“Virus ini tidak mungkin hilang secara total, kita hanya bisa mengendalkian, masyarakat diminta tetap waspada meski angka kasus menururn,” kata Ketua Umum Partai Golkar itu.

Dia merinci, perpanjangan kali ini untuk level 4 akan diterapkan di 23 kabupaten kota (sebelumnya 34 kabupaten kota).

“Total yang diterapkan level 4 adalah 23 kabupaten kota,” ujar Airlangga Hartarto.

Jika mengacu pada pernyataan Airlangga Hartarto, maka PPKM di luar Jawa-Bali kemungkinan kembali akan diperpanjang lagi sampai 20 September 2021. Demikiian juga dengan PPKM di Jawa-Bali.

Status PPKM di Jawa Bali Terkini. Berikut ini status PPKM di seluruh wilayah Indonesia yang diupdate per 6 September 2021 silam:

Jawa-Bali

Level 4

Jawa Timur: Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Magetan.
Bali: Kabupaten Jembrana, Kabupaten Bangli, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Buleleng, dan Kota Denpasar.

Level 3

DKI Jakarta: Kepulauan Seribu, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Jakarta Pusat.

Banten: Kota Tangerang, Kota Cilegon, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Serang.

Jawa Barat: Kota Sukabumi, Kota Cirebon, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kota Depok, Kota Cimahi, Kota Banjar, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Sumedang.

Jawa Tengah: Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Sragen, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kota Tegal, Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kabupaten Klaten, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Boyolali.

DI Yogyakarta: Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta, Kabupaten Kulonprogo, dan Kabupaten Gunungkidul.

Jawa Timur: Kabupaten Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Madiun, Kabupaten Lumajang, Kota Blitar, Kota Surabaya, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Batu, Kabupaten Kediri, Kabupaten Jombang, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Bangkalan.

Level 2
Banten: Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lebak.

Jawa Barat: Kabupaten Kuningan, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Garut.

Jawa Tengah: Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Tegal, Kabupaten Rembang, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pati, Kabupaten Kudus, Kota Semarang, Kota Pekalongan, Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Jepara, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Blora, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Demak.

Jawa Timur: Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Tuban, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Sampang, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Pamekasan, Kota Pasuruan, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Bojonegoro.

Terkait PPKM di Jawa-Bali, perhatikan apa yang disampaikan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Pulau Jawa – Bali, Luhut Binsar Panjaitan.

Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan ada sejumlah aturan baru yang diterapkan dalam PPKM sepekan ke depan.
“Ada beberapa penyesuaian aktivitas masyarakat yang bisa dilakukan dalam periode (PPKM) 7-13 September ini,” kata Luhut.

Pada pengumuman tersebut, Luhut Pandjaitan menyampaikan situasi perkembangan di Jawa Bali yang dinyatakan terus mengalami perbaikan yang cukup berarti.

Dia menyebut, jumlah kabupaten kota level 4 di Jawa Bali semakin sedikit.

Berdasarkan data per 5 September, hanya 11 kabuapten kota di Jawa Bali yang statusnya level 4. Jumlah itu berkurang dari sebelumnya sebanyak 25 kabupaten kota.
Luhut juga menyoroti Yogyakarta yang saat ini berhasil turun dari level 4 ke level 3. Sementara Bali masih level 4.

Menurut Luhut, butuh waktu seminggu lagi agar Bali bisa turun dari level 4 ke level 3.

“Saya sudah komunikasikan ke Gubernur Bali tadi malam untuk mengatasi ini secara bersama,” ujarnya.

Luhut mengatakan penurunan angka ini tidak perlu disikapi dengan euforia berlebihan. Sebab, kelengahan kecil berujung pada peningkatan kasus.

“Ini yang harus kita hindari,” ujarnya
Kata dia, Presiden Jokowi menekankan bahwa covid 19 tidak akan hilang dalam waktu yang singkat. Namun, Indonesia perlu bersiap untuk berdampingan dengan Covid-19.

“kita perlu menyiapkan diri untuk hidup bersama Covid-19, karena covid-19 ini akan berubah dari pandemik ke endemik,” katanya.

Ada tiga strategi yang akan menjadi fokus.
Ketiganya adalah coverage vaksinasi yang cepat, testing, tracing dan treatment yang baik, serta kepatuhan prokes 3 M yang tinggi.

Aplikasi pedulilindungi, ujar Luhut, akan mengintegrasikan ketiga strategi ini. “sehingga bisa meminimalkan penularan ketika kita membuka aktivitas masyarakat secara bertahap,” ucapnya.

Luhut menegaskan, meskipun indikator transmisi mengalami peningkatan, namun indikator respons kesehatan di banyak kabupaten kota masih belum memenuhi target yang ingin dicapai. “Presiden meminta agar ini dicermati,”ujarnya. (Agung).

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )