Airlangga Hartarto: Realisasi PEN Capai Rp495,77 Triliun

Airlangga Hartarto: Realisasi PEN Capai Rp495,77 Triliun

JAKARTA, BreakingNEWS.vip — Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bawa realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) saat ini telah mencapai 66,6%, atau sebesar Rp 495,77 triliun dari total alokasi Rp 744,77 triliun.

Rinciannya adalah sebagai berikut:

Untuk klaster kesehatan Rp 135,53 triliun atau 63%
Untuk perlinsos Rp 140 triliun atau 64%
Untuk korporasi Rp 81,83 triliun atau 50,4%
Untuk insentif usaha Rp 62,4 triliun atau 99,4%
“Realisasi anggaran PEN ini akan terus kita genjot melalui berbagai program yang sudah kita buat,” jelas Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Senin (22/11/2021) malam.

Airlangga Hartarto yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), juga menjelaskan, pemerintah akan kembali menggenjot vaksinasi virus corona (Covid-19). Kini, pemerintah memasukkan indikator cakupan vaksinasi dalam penetapan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk daerah di luar Jawa dan Bali.

“Selama 23 November sampai 6 Desember perpanjangan PPKM dengan penerapan dari dosis vaksinasi yang kurang dari 50% dinaikkan menjadi satu level PPKM,” ujarnya.


Sebelumnya Airlangga Hartarto menyatakan, terdapat 14 provinsi yang cakupan vaksinasinya kurang dari 50%. Sementara itu baru terdapat 2 provinsi yang telah mencapai vaksinasi 70%.

Berdasarkan penetapan tersebut Airlangga Hartarto menyebutkan, terdapat 109 kabupaten/kota yang menerapkan PPKM level 3. Sementara 200 kabupaten/kota menerapkan PPKM level 2, dan 77 kabupaten/kota berada pada PPKM level 1.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menambahkan, dalam tiga pekan terakhir terdapat penurunan laju vaksinasi. Salah satu penyebabnya adalah ketersediaan vaksin. “Salah satunya adalah karena Sinovac vaksinnya sudah mulai menurun diganti oleh AstraZeneca dan Pfizer,” ungkap Budi.

Budi bilang masih banyak masyarakat yang khawatir dalam penggunaan kedua jenis vaksin tersebut. Ia menegaskan bahwa keduanya memiliki efikasi dan keamanan yang sama dengan vaksin Sinovac. Bekas Wakil Menteri BUMN itu bilang saat ini terdapat 55 juta stok vaksin yang sudah disalurkan ke daerah. Angka tersebut diyakini cukup untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi selama 1 bulan.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )