Airlangga Hartarto: Secara Teknis Indonesia Telah Akhiri Resesi

Airlangga Hartarto: Secara Teknis Indonesia Telah Akhiri Resesi

SORONG, BreakingNEWS.vip – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menegaskan, dari sisi ekonomi, upaya memulihkan ekonomi Indonesia khususnya di tahun 2020 memang tidak mudah. Secara tahunan ekonomi mengalami kontraksi -2,07% pada tahun lalu. Namun, dibandingkan negara anggota G-20, pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2020 berada di peringkat keempat setelah Tiongkok, Turki, dan Korea Selatan.

Pemulihan ekonomi ini terus berlanjut pada Q1 Tahun 2021 di mana ekonomi nasional mulai membaik walaupun masih mengalami kontraksi -0,74 %. Dan pada Q2 tahun2021 pertumbuhan ekonomi mampu menyentuh level positif hingga 7,07 %, maka secara tehnis Indonesia telah sudah mengakhiri resesi.

Airlangga Hartarto menyampaikan hal itu dalam sambutannya seusai melantik DPD Golkar Papua Barat 2021-2025 yang diketuai Lamberthus Jitmai, Kamis (2/9/2021) di Sorong, Papua Barat.

Pertanyaannya, bagaimana pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua Barat saat ini? Pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua Barat pada Q2 – 2021 (YoY) dapat digambarkan sebagai berikut:

Laju pertumbuhan ekonomi Prov. Papua Barat pada Q2-2021 mencatatkan kontraksi -2,39% (YoY), lebih rendah dari Nasional 7,07%.

Menurut Airlangga Hartarto, bila dicermati, kinerja ekonomi Papua Barat di luar migas justru sebaliknya, terjadi perbaikan kinerja ekonomi pada Triwulan II-2021 dibandingkan triwulan sebelumnya (Q-to-Q). Dari sisi lapangan usaha yang mengalami perbaikan kinerja ekonomi tersebut antara lain pertanian, pengadaan air, perdagangan, real estate, jasa perusahaan, administrasi pemerintahan, dan jasa pendidikan.

Sedangkan dari sisi pengeluaran adalah pengeluaran rumah tangga, lembaga non profit yang melayani rumah tangga, dan pengeluaran pemerintah.

“Dari data tersebut maka upaya-upaya peningkatan ekonomi Provinsi Papua Barat perlu upaya yang lebih keras dan sistimatis sehingga pada Q3-2021 ekonomi aprovinsi Papua Barat dapat tumbuh positif,” terang Ketum Partai Golkar.

Airlangga Hartarto juga bicara soal reformasi struktural melalui UU Cipta Kerja, yang diharapkan menjadi terobosan reformasi di bidang investasi dan perdagangan untuk mendorong penciptaan lapangan kerja. UU Cipta Kerja juga menjadi jembatan antara program mitigasi Covid19 dan reformasi struktural dalam jangka panjang.

Melalui berbagai kebijakan tersebut, optimisme pemulihan ekonomi diharapkan berlanjut di tahun 2021. Berbagai lembaga internasional (Bank Dunia, OECD, ADB dan IMF) memproyeksikan perekonomian Indonesia tumbuh 4.3 – 4,9% dan akan meningkat di kisaran 5,0 – 5,8% di tahun 2022.

Pemerintah optimis di Q2-2021 ini Indonesia dapat meraih pertumbuhan sekitar 7% dan secara full year di akhir tahun kita bisa meraih pertumbuhan dalam rentang 4,5 s.d 5,3 %. Optimisme tersebut tentunya didasarkan pada berbagai hal, diantaranya adalah dari berbagai leading indicators yang terus bergerak ke arah positif.

“Melalui Forum Temu kader ini, saya sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar menyampaikan apresiasi yang tinggi, kepada segenap pengurus dan kader Partai Golkar di seluruh Indonesia, atas kerja kerasnya sehingga Partai Golkar dapat memenangkan Pilkada 2020 sebesar 61,11 persen, melebihi target yang ditetapkan DPP Partai GOLKAR sebesar 60 persen,” papar Airlangga Hartarto.

“Tentunya, capaian ini menjadi modal politik yang sangat penting guna menghadapi Pilpres, Pileg dan Pilkada Nasional tahun 2024 mendatang,” tegas Ketum Partai Golkar.

“Sesuai Jadwal Pemilu tahun 2024 yang telah disepakati antara DPR RI, KPU RI dan pemerintah bahwa Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif 2024 akan 21 Februari 2024, maka waktu kita untuk mempersiapkan diri tinggal 30 bulan lagi (atau 2 tahun 6 bulan) menuju hari pencoblosan pada tanggal 21 Februari 2021. Tahapan awal Pemilu akan dimulai pada bulan Maret 2022,” Airlangga Hartarto menjabarkan. (Agung).

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )