Airlangga Hartarto Serukan Kemandirian Nasional untuk Menjadi Negara yang Lebih Kuat

Airlangga Hartarto Serukan Kemandirian Nasional untuk Menjadi Negara yang Lebih Kuat

JAKARTA, BreakingNEWS.vip – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan momentum perbaikan dari sektor industri, menjadi hal yang baik bagi para pelaku termasuk di dalamnya para insinyur dan akademisi di bidang ilmu Teknik Industri.

Perlu dicatat, utilisasi industri pengolahan terus meningkat dan mencapai yang tertinggi dengan capaian 67,6 persen.

Impor Barang Modal dan Bahan Baku masing-masing tumbuh 23,1 persen dan 60,5 persen (yoy) pada November 2021.
Seluruh indikator mencerminkan bahwa sektor industri Indonesia semakin solid dalam menopang pemulihan ekonomi nasional.

Kemandirian nasional, terutama dalam upaya melalui kondisi pandemi saat ini, merupakan bekal Indonesia untuk keluar dari pandemi sebagai negara yang lebih kuat.

“Sebagaimana kita harus beradaptasi di masa pandemi, para insinyur Teknik Industri juga harus beradaptasi menghadapi era Industri 4.0 yang ditandai dengan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan layanan konsumen secara global,” ujar Airlangga Hartarto secara virtual pada acara Puncak 50 Tahun Dies Natalis Teknik Industri – Institut Teknologi Bandung, Sabtu (15/1/2022) lalu.

Salah satu yang menjadi fokus pengembangan Pemerintah yakni industri sektor kesehatan, termasuk di dalamnya industri farmasi, merupakan salah satu sektor yang sangat diutamakan terutama dalam kondisi pandemi saat ini.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) menjelaskan, pemerintah juga mendorong terjadinya transformasi berbasis digital untuk menopang perkembangan industri kesehatan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga tahun 2021, Indonesia memiliki 241 industri manufaktur farmasi, 17 industri bahan baku farmasi, 132 industri kesehatan tradisional, dan 18 industri produk ekstraksi alam.

Berbagai industri tersebut telah mengekspor produk farmasi dan alat kesehatan ke berbagai negara di dunia antara lain Amerika Serikat, Inggris, Vietnam, Belanda, Singapura, dan Korea Selatan.

“Dalam mendukung upaya pengembangan industri kesehatan, Pemerintah telah menyusun Peta Jalan dengan tujuan untuk meningkatkan produksi bahan baku berteknologi tinggi,” ujar Ketua Umum Partai Golkar.

Pemerintah juga telah mendorong munculnya riset dan inovasi melalui Pendanaan Riset Inovatif Produktif yang dikelola oleh LPDP untuk para akademisi, serta menyediakan insentif Super Deduction Tax untuk para technopreneur yang melakukan kegiatan Litbang.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )