Airlangga Minta Wilayah di Luar Jawa-Bali Antisipasi Lonjakan Omicron

Airlangga Minta Wilayah di Luar Jawa-Bali Antisipasi Lonjakan Omicron

Jakarta, BreakingNEWS.vip – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto meminta seluruh wilayah di luar Jawa-Bali bersiap mengantisipasi lonjakan kasus omicron.

Hal tersebut disampaikan Airlangga saat memberikan keterangan pers seusai menghadiri rapat terbatas (ratas) tentang evaluasi PPKM yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara virtual, Senin (7/2/2022).

“Arahan bapak Presiden di luar Jawa-Bali kita harus dipersiapkan untuk terkait dengan kasus-kasus omicron yang punya potensial untuk masuk di luar Jawa,” ujar Airlangga.

Airlangga mengatakan, kasus Covid-19 di luar Jawa mengalami peningkatan beberapa waktu terakhir. Namun, angka kenaikan ini masih jauh lebih rendah dibandingkan peningkatan kasus di Jawa-Bali.

“Kasus konfirmasi harian di luar Jawa masih 6,7% atau totalnya 2.405, kasus kematian tiga dan secara keseluruhan kasus aktif 13.424 atau 7%. Namun, tren peningkatan ini harus tetap diperhatikan agar tidak semakin melonjak,” tuturnya.

Secara rinci, untuk keterpakaian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) di luar Jawa tertinggi berada di wilayah Sulawesi Tenggara sebesar 15%, Sumatera Selatan mencapai 11%, Lampung 11%, Kalimantan Selatan 10%, Bengkulu 10%.

Untuk mengendalikan penyebaran covid-19, Presiden meminta untuk terus mempercepat akselerasi vaksinasi covid-19 dosis pertama dan kedua dan ketiga atau booster di wilayah luar Jawa-Bali.

Sebab, hanya beberapa daerah dengan vaksinasi dosis kedua di atas 70%, yakni Kepulauan Riau 85,6% dan Kalimantan Timur 71,2%. Kemudian Bangka Belitung baru 68,3%, Kalimantan Utara 65,9% dan sisanya masih banyak di bawah 60%.

“Karena itu, dosis kedua menjadi penting dan terutama untuk kelompok lansia dan komorbid dan selanjutnya tentu vaksinasi ketiga perlu diakselerasi agar tidak terjadi akibat daripada omicron yang berpindah dari Jawa ke luar Jawa,” katanya.

Sementara itu dari sisi status level PPKM, di beberapa daerah untuk status level 4 masih nihil, kemudian level 3 ada di 37 Kabupaten dan Kota, Level 2 terdapat di 259 Kab Kota dan level 1 berada di 90 Kabupaten Kota.

“Tentu kami akan melihat terkait kapasitas respon, peningkatan kasus dan segi rumah sakit. Kami lihat segi keseluruhan isolasi terpusat di luar Jawa dan Bali, dengan kapasitas tersedia mencapai 27.766 tempat tidur yang terisi 303 atau BOR nya 1,09%” tegasnya.

Selain itu, Airlangga menyinggung pentingnya kapasitas respons jika terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Jawa Bali. Menurutnya, untuk orang terkonfirmasi Covid-19 dengan gejala ringan atau orang tanpa gejala (OTG) didorong untuk berada di isolasi terpusat atau isolasi mandiri jika memenuhi persyaratan.

Begitu juga, kesiapan terhadap manajemen terutama untuk telemedicine dan ketersediaan obat-obatan di daerah juga perlu disiapkan.

“Sambil mengakselerasi vaksinasi dan tentu juga peningkatan protokol kesehatan, untuk penggunaan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dan tentu berbagai kegiatan ini akan disesuaikan dengan situasi di daerah masing-masing,” pungkasnya.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )