Apa Itu Nazar dan Bagaimana Hukumnya? Ini Penjelasan Ustadz Taufiqurrahman – BreakingNews

Apa Itu Nazar dan Bagaimana Hukumnya? Ini Penjelasan Ustadz Taufiqurrahman – BreakingNews



JAKARTA, BreakingNEWS.vip – Setiap orang mungkin pernah bernazar untuk sesuatu yang dikehendaki. Namun, pernahkan Anda tahu arti nazar itu apa?

Dalam tausiah Ustadz Taufiqurrahman, dijelaskan nazar secara makna etimologi adalah janji yang harus dipenuhi dan secara terminologi, nazar adalah seseorang yang berjanji di saat dia memiliki niat akan sesuatu. 

“Nazar, secara makna etimologi adalah janji, nah di mana-manajanji harus dipenuhi, sementara secara makna terminologi, seseorang yang dia berjanji di saat ada perniatan yang disaat perniatannya ini terkabul, maka dia mesti melaksanakan janjinya, nah hal seperti ini dalam agama namanya nazar,” tutur Ustadz Taufiqurrahman yang dikutip dari kanal YouTube VDVC Religi, Kamis (6/10/2021).

Lebih lanjut, Ustadz Taufiqurrahman mengatakan nazar tidak bisa dilakukan untuk perkara wajib, seperti bernazar salat lima waktu, itu tidak bisa. Pasalnya, salat merupakan fardu ain bagi muslim, baiknya nazar dengan hal yang tidak wajib, entah itu berpuasa sunah atau memberangkatkan orangtua untuk umrah.

“Jadi, nazar pun sesuatu yang sifatnya bukan kewajiban, jadi gak bisa nazar salat lima waktu, gak bisa. Harus sesuatu yang sifatnya bukan kewajiban, misalnya memberangkatkan umrah,” kata Ustadz Taufiqurrahman.

Lantas, bagaimana jika nazar dilanggar atau tidak dilaksanakan? Ustadz Taufiqurrahman menyampaikan nazar hukumnya wajib dilaksanakan, jika tidak harus membayar kifaratnya, yakni harus memberi makanan atau pakaian kepada sepuluh orang miskin, jika tak mampu cukup berpuasa tiga hari saja.

“Ketika dilanggar, maka ini gak boleh, harus melaksanakan kifaratnya, di dalam Alquran surat ke lima juz ke tujuh tepatnya ayat ke 89, ada namanya kifarat nazar, jadi sekiranya tidak dilaksanakan maka harus memberikan makanan atau pakaian kepada sepuluh orang miskin, itu nazar yang buat mereka tidak melaksanakannya, kalau tidak mampu puasa selama tiga hari berturut-turut,” ujar Ustadz Taufiqurrahman.

Maka dari itu, Ustadz Taifiqurrahman menyerukan untuk berhati-hati dalam bernazar dan bijak untuk bertanggung jawab atas nazar yang telah dilakukan.

Editor : Endang Oktaviyanti





Sumber

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )