DPR RI Minta Masyarakat Tak Lengah Meski Kasus Positif Covid-19 Menurun

DPR RI Minta Masyarakat Tak Lengah Meski Kasus Positif Covid-19 Menurun

BreakingNEWS.vip, JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi NasDem, Nuhadi meminta kepada masyarakat untuk tidak lengah terhadap Covid-19 meski kasus positif Covid-19 di Indonesia menurun. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2,3 dan 4 yang kembali diperpanjang di Jawa dan Bali terbukti menurunkan kasus tersebut.

Meski saat ini PPKM kembali dilonggarkan, tak semestinya masyarakat mengabaikan protokol kesehatan. Karena, ditakutkan akan adanya lonjakan baru dan klaster-klaster baru Covid-19 ini.

“Pelonggaran itu hendaknya tidak membuat kita lengah, tapi sebaiknya semakin meningkatkan kesadaran untuk mematuhi protokol kesehatan dan berbagai kebijakan yang diatur selama PPKM,” ujar Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi dalam pernyataannya, Rabu (11/8/2021).

Menurut Nurhadi, kesadaran masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan tentu membutuhkan panutan dan teladan dari para tokoh. Tokoh masyarakat, agama hingga politisi harus bisa menjadi panutan oleh masyarakat dalam pelaksanaan sejumlah kebijakan pengendalian Covid-19.

“Pelaksanaan PPKM selama ini secara kuantitatif memang mengalami penurunan. Namun kita tidak lantas merasa bebas,” ujarnya.

Ia pun berharap setidaknya, PPKM ini membangkitkan kembali kesadaran masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan. Sementara itu, pemerintah bisa fokus melakukan langkah kuratif terhadap pasien postif Covid-19 baik yang melakukan isolasi mandiri maupun pasien yang dirawat di Rumah Sakit.

Seperti diketahui, dalam menggenjot kembali perekonomian ditengah pandemi ini, pemerintah telah melakukan uji coba pembukaan secara gradual untuk mal atau pusat perbelanjaan di wilayah dengan level 4 dan memperhatikan implementasi protokol kesehatan.

Uji coba pembukaan pusat perbelanjaan atau mal dilakukan, dimana untuk beberapa kota di level 4 seperti di kota Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang dilakukan uji coba pelaksanaan pembukaan pusat perbelanjaan atau mal dengan kapasitas 25% selama seminggu ke depan, dengan protokol kesehatan yang ketat.

Selain itum bagi pengunjung hanya mereka yang sudah divaksinasi yang dapat masuk ke mal dan harus menggunakan aplikasi Peduli Lindungi, anak umur di bawah 12 tahun dan di atas 70 tahun akan dilarang untuk masuk ke dalam mal atau pusat perbelanjaan. Namun apabila terjadi lonjakan kasus yang tidak diinginkan di zona tersebut maka pemerintah akan kembali menerapkan opsi pengetatan.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )