Golkar, Partai Modern dengan Merit Sistem

Golkar, Partai Modern dengan Merit Sistem

JAKARTA, BreakingNEWS.vip – Partai Golkar mengklaim diri sebagai salah satu partai modern di Indonesia. Buktinya, partai yang dikomandoi Airlangga Hartarto itu menerapkan sistim merit alias sistem berbasis kualifikasi, kompetensi dan kinerja secara adil dalam menentukan calon pemimpin partai.

Dalam konteks itu, semua orang berkesempatan yang sama menjadi kader terbaik dalam Partai Golkar, apabila mau mengikuti proses pengkaderan.

Hal ini perlu disampaikan untuk  merespons isu politik ‘oligarki’ yang belakangan ini hangat diperbincangkan. Oligarki, kerap disebut biang kerok mandeknya kemajuan bangsa karena mengutamakan kepentingan kelompok atau keluarganya di dalam sebuah sistem politik.

Termasuk di dalam partai politik. Oligarki kerap disebut menghambat tokoh-tokoh muda atau politisi yang bukan dari klan elite partai.

Dalam pepamaran Dave Akbarshah Fikarno, Ketua DPP Partai Golkar, di Golkar dipastikan tidak terjadi hal demikian.

Dave menceritakan, ketika dirinya berkontestasi sebagai Ketua Umum Kosgoro 1957 medio 2021-2026. Kala itu, Dia berkompetisi dengan politisi senior Azis Syamsuddin. Singkat cerita, Dave menang dan saat ini menjabat sebagai Ketum Kosgoro 1957 sekaligus Ketua DPP Partai Golkar.

Moncernya karier politik Dave, disebutkan karena dirinya terus terus memperbaiki kemampuannya menjadi lebih baik, pun silaturahmi politik juga harus dilakukan. Anggota Komisi I DPR ini mengamini, terkadang suhu politik meninggi di saat prosesi berdemokrasi di internal partai. Namun, semua kembali bersatu.

“Bersaing itu hal yang lumrah dan normal, asal jangan saling menjatuhkan, dan untuk menggapai kemenangan secara umum,” ungkapnya.

Menurut Dave, sekalipun di setiap prosesi internal politik Partai Golkar cenderung menampilkan tensi politik tinggi, tidak akan meruntuhkannya. “Dinamika politik adalah indikator sebuah partai politik itu modern dan sehat,” ucapnya.

Sebagai partai gaek, Golkar mampu melewati peristiwa politik di internalnya dengan baik. Regenerasi kepemimpinan partai silih berganti, tapi para pimpinan partai tetap menjadi panutan dan dihormati seluruh kadernya hingga saat ini.

Politisi jebolan Universitas Indonesia (UI) ini mengatakan, sudah banyak tokoh-tokoh yang muncul hasil dari demokratisasi yang berjalan di dalam Partai Golkar. Salah satunya, dalam suksesi ketua umum.

Sebelumnya, Guru Besar Universitas Islam Negeri Jakarta, Prof Azyumardi Azra menyebutkan, Partai Golkar termasuk partai modern. Parameternya, adalah eksistensi skuad partai yang diisi teknokrat dan kader dengan sistem merit atau berbasis kemampuan, dan hampir tidak terlihat ada oligarki politik.

“Dinasti itu artinya dikuasai oleh anak cucu, dan oligarkis itu dikuasai elite politik yang terbatas. Kalau Golkar tidak. Kita bisa melihat siapa saja sebetulnya bisa menjadi pemimpin di Golkar,” ujar Azyumardi di webinar bertajuk “Dua Dasawarsa Kemenangan Golkar 2004-2024”, belum lama ini.

Bagi Azyumardi, poin-poin ini menjadi nilai tambah bagi Partai Golkar pimpinan Airlangga Hartarto. Terutama dalam menggaet suara anak-anak muda yang kritis terhadap keberadaan politik dinasti dan oligarki di Indonesia. “Satu keunggulan yang saya kira bisa dijual dipasarkan Golkar dalam masa-masa sekarang ini adalah partai merit,” terangnya.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )