Indonesia Sudah Lewati Masa Krisis Pandemi COVID-19

Indonesia Sudah Lewati Masa Krisis Pandemi COVID-19

JAKARTA, BreakingNEWS.vip – Indonesia sudah melalui masa krisis pandemi Covid-19. Hal tersebut disampaikan oleh Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dengan alasan karena kasus Covid-19 harian di Indonesia telah mengalami penurunan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Ketua terpilih PB IDI, Adib Khumaidi, menilai, dengan membandingkan kondisi Covid-19 sebelumnya yang sempat mencetak rekor tertinggi yang terjadi pada 15 Juli dengan 56.757 kasus, yang notabenenya merupakan jumlah penambahan tertinggi selama pandemi di Indonesia.

“Kita sudah keluar dari krisis, mudah-mudahan kita tidak kembali pada krisis. Tinggal yang harus kita siapkan adalah adaptive recovery dan resiliensi dari sistem kesehatan,” kata Adib dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube ILUNI FKUI, Minggu (12/11/2021).

Adib juga menilai pandemi virus corona di Indonesia akan memasuki fase endemi apabila pada Natal dan Tahun baru 2022 (Nataru) nanti tidak ada lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di seluruh daerah.

Adib sekaligus mewanti-wanti bahwa perilaku masyarakat akan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan (prokes) 3M harus dipertahankan bahkan ditingkatkan dalam mencegah lonjakan kasus Covid-19 pada Nataru mendatang. Adapun 3M yang dimaksud adalah memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Kalau di bulan Januari tidak ada peningkatan kasus kita masuk ke dalam kondisi new normal,” kata dia.

Lebih lanjut, Adib juga mengaku pihaknya sebagai garda terdepan sudah menyiapkan sejumlah ‘amunisi’ sebagai bekal menghadapi potensi gelombang tiga Covid-19 di Indonesia pada akhir atau awal tahun nanti. Persiapan itu seperti SDM tenaga kesehatan hingga manajemen rumah sakit terhadap fluktuasi pasien Covid-19 yang dirawat inap.

Meski demikian, Adib juga tetap mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk tetap mencukupi kebutuhan para tenaga kesehatan apabila memang benar-benar terjadi lonjakan kasus nanti. Pemenuhan kebutuhan itu seperti alat kesehatan, badan medis habis pakai, hingga oksigen.

“Saya yakin teman-teman di lapangan, di daerah sudah bisa melakukan upaya itu. Kenapa? kita sudah belajar banyak, bulan Januari bulan Juli pada kenaikan kasus kemarin. Kesiapan-kesiapan kita dan bagaimana upaya koordinasi itu yang harus tetap diupayakan sehingga kita akan siap kalau ada lonjakan kasus,” ujarnya.

Seperti diketahui, kondisi Corona di Indonesia sudah jauh lebih baik dari puncak kasus COVID-19 Juli lalu. Angka positivity rate bahkan dalam beberapa waktu terakhir konsisten di bawah 1 persen, keterisian rumah sakit secara nasional tercatat rendah. Laporan kasus harian COVID-19 kerap berada di bawah seribu kasus.

Meski begitu, ancaman varian Omicron di dunia masih mengintai. Karenanya, pemerintah belakangan memperketat pintu masuk Indonesia dengan memperpanjang masa karantina menjadi 10 hari sebagai antisipasi masuknya Omicron.

Kementerian Kesehatan RI hingga kini belum mencatat satupun kasus Omicron di Indonesia. Negara ASEAN yang mencatat Omicron ialah Malaysia, Singapura hingga Thailand. (Agung).

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )