Jual Minyak Goreng di Atas Rp14.000/Liter, Airlangga Hartarto akan Tindak Tegas Produsen Nakal

Jual Minyak Goreng di Atas Rp14.000/Liter, Airlangga Hartarto akan Tindak Tegas Produsen Nakal

Jakarta, BreakingNEWS.vip – Pemerintah menyerukan adanya penstabilan harga minyak goreng di angka Rp14 ribu per liter. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, minyak goreng diberi satu harga Rp14.000 untuk berbagai kemasan dan merek. Kebijakan tersebut sudah resmi diberlakukan sejak Rabu (19/1/2002).

Masyarakat tentu saja menyambut baik kebijakan tersebut, mengingat harga minyak goreng terus melambung belakangan ini. Masyarakat di berbagai daerah mengapresiasi kebijakan pemerintah yang disampaikan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto tersebut. Mereka berharap kebijakan tersebut bisa mengerem laju harga minyak goreng.

Terkait dengan persamaan harga tersebut Airlangga Hartarto yang juga ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mengingatkan masyarakat untuk tidak ‘panic buying’, memborong minyak goreng subsidi karena masih khawatir harga tetap dipermainkan.

“Saya mengimbau masyarakat untuk tidak perlu panic buying atau membeli secara berlebihan karena pemerintah sudah menjamin pasokan dan stok minyak goreng dengan harga Rp14.000 per liter pasti dapat mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat,” ujar Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/1/2022).

Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah akan menindak tegas oknum yang menjual minyak goreng di atas Rp14 ribu. “Produsen yang tidak mematuhi ketentuan, maka akan dikenakan sanksi berupa pembekuan atau pencabutan izin. Kami mengingatkan pemerintah akan mengambil langkah yang sangat tegas,” tegas ketua Umum Partai Golkar itu.

“Bagi pihak yang berani melakukan kecurangan, maka akan diproses secara hukum,” jelas Airlangga.

Ditegaskan, pemerintah akan menyiapkan minyak goreng sebanyak 250 juta liter per bulan. Penyediaan itu akan dilakukan selama enam bulan sehingga total pasokan mencapai 1,5 miliar liter. Kebijakan satu harga diberlakukan karena pemerintah memberi subsidi atas harga keekonomian dari produsen dan harga di pasaran.

Anggaran yang disiapkan untuk subsidi minyak goreng mencapai Rp7,6 triliun, yang bersumber dari dana pungutan ekspor sawit kelolaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )