Kisah Nadia Nadim, Pesepak Bola Afghanistan yang Pernah Jadi Korban Taliban – BreakingNews

Kisah Nadia Nadim, Pesepak Bola Afghanistan yang Pernah Jadi Korban Taliban – BreakingNews


Senin, 16 Agustus 2021, 21:31 WIB

Nadia Nadim kini berkarier di Liga Wanita Amerika Serikat bersama Racing Louisville (Foto: Instagram/@nadi9nadim)

KELOMPOK Taliban mengambil alih pemerintahan Afghanistan setelah menguasai Kantor Kepresidenan di Ibu Kota Kabul. Kekejaman kelompok Taliban itu pernah dirasakan sendiri oleh pesepak bola wanita bernama Nadia Nadim. 

Perempuan berusia 33 tahun itu punya kenangan buruk dengan kelompok Taliban. Dia harus kehilangan sang ayah, Rabani Nadim, yang dibunuh oleh kelompok tersebut. Kenangan buruk akan peristiwa yang terjadi pada 2000 itu masih membekas di ingatannya. 

“Saya sempat berpikir dia akan kembali setelah lama menghilang. Ayah adalah lelaki seperti James Bond. Dia adalah superhero,” ujar Nadia, dilansir dari Sport Bible, Senin (16/8/2021). 

Sang ayah, Rabani Nadim, berpangkat jenderal di Angkatan Bersenjata Afghanistan. Dia dieksekusi mati oleh Taliban saat kelompok itu berusaha mengambil alih pemerintahan. Nadia, yang ketika itu masih berusia 11 tahun, berusaha kabur dari Afghanistan bersama keluarganya. 

Nadia kecil harus rela berjalan kaki dan meninggalkan kampung halamannya di Provinsi Herat dengan memalsukan identitas. Dia sempat tinggal di kamp pengungsian bersama ibu dan keempat saudarinya. 

Unggahan Nadia Nadim soal tanah kelahirannya Afghanistan (Foto: Instagram/@nadi9nadim)
Unggahan Nadia Nadim soal tanah kelahirannya Afghanistan (Foto: Instagram/@nadi9nadim)

“Itu benar-benar horor. Kacau. Anda mendengar cerita tentang kedatangan mereka. Mereka ingin menghadirkan rasa takut di tengah masyarakat. Apa yang mereka lakukan sungguh gila,” urai Nadia. 

“Saya tidak melihat semuanya karena kami tidak diizinkan oleh ibu untuk keluar. Dia sendiri berusaha melindungi kami dengan sekuat tenaga. Namun, Anda bisa mendengar dengan jelas apa yang terjadi,” lanjutnya. 

“Ketika Taliban berkuasa, hal pertama yang mereka lakukan adalah memenggal kepala semua orang yang punya jabatan di pemerintahan, dan ayah saya salah satunya,” ucap Nadia Nadim. 

Setelah suaminya tewas, Hamida menjual semua harta benda, termasuk apartemen, mobil, dan perhiasan, lalu melarikan diri. Dia berusaha mendapat sebanyak mungkin uang untuk kabur bersama keluarganya.

 





Sumber

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )