PB Wushu Indonesia Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Erupsi Gunung Semeru

PB Wushu Indonesia Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Erupsi Gunung Semeru

JAKARTA, BreakingNEWS.vip – Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) pimpinan Airlangga Hartarto selalu mengedepankan kepedulian terhadap korban bencana alam. Tak terkecuali korban bencana alam erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur.

Di sela-sela even Indonesia Wushu All Games 2021 di Stadion Tenis Indoor Gelora Bung Karno Jakarta, Sekjen PB WI, Ngatino menyerahkan bantuan Rp500 juta untuk korban bencana Gunung Semeru.

Bantuan disalurkan melalui Yellow Clinic. Bantuan tersebut secara simbolis diterima Sekretaris Yellow Clinic, dr Linda Lukitari bersama dr Tiara.

Ngatino menyatakan PB WI dan masyarakat wushu ikut prihatin dengan bencana erupsi Gunung Semeru.

Ia berharap bantuan tersebut bisa meringankan beban masyarakat yang menjadi korban.

Sejak terjadinya bencana erupsi Gunung Semeru, pihak Yellow Clinic telah mengirimkan relawan petugas medis dan 3 ambulan untuk membantu korban bencana.

Menurut dr Linda Lukitari, bantuan dana sebesar Rp500 juta ini akan digunakan untuk pembelian bahan-bahan pokok makanan dan obat-obatan serta kebutuhan lainnya.

Yellow Clinic sudah berpengalaman dalam menyalurkan bantuan korban bencana alam dan akan langsung terjun ke lokasi masyarakat yang terkena dampak.

Yellow Clinic fokus langsung ke masyarakat dengan melibatkan kepala desa karena di tempat-tempat pengungsian sudah pasti banyak bantuan yang diberikan.

Bagi mereka yang tidak berada di pengungsian bisa mendapatkan pasokan bahan-bahan makanan dan masyarakat yang sakit diberikan pelayanan kesehatan dan obat dari petugas medis Yellow Clinic.

Rencananya, relawan Yellow Clinic yang didirikan Airlangga Hartarto akan berada dì lokasi bencana selama 14 hari.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 39 orang meninggal akibat bencana awan panas dan guguran Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Menurut Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari per Kamis 9 Desember tercatat korban meninggal dunia 40 orang dan hilang 13.

Menurut Aam, petugas di lapangan masih terus melakukan identifikasi dan verifikasi terhadap warga meninggal.


Untuk pencarian korban hilang, tim SAR gabungan menargetkan waktu enam hari ke depan dengan fokus di wilayah Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh dan wilayah Desa Curah Kobokan.

Selain itu, angka warga yang mengungsi akibat erupsi Gunung Semeru meningkat.

Data Pos Komando (posko) Tanggap Darurat Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru pada Rabu (8/12) melaporkan penyintas berjumlah 6.022 jiwa yang tersebar di 115 titik pos pengungsian.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )