Polemik Girik Gugat Sertifikat di Desa Kohod Pakuhaji Tangerang Dicabut

Polemik Girik Gugat Sertifikat di Desa Kohod Pakuhaji Tangerang Dicabut

TANGERANG, BREAKINGNEWS.vip – Kasus di mana ‘girik menggugat sertifikat’ di wilayah Kabupaten Tangerang kian menjadi. Lagi-lagi, melibatkan Vreddy sebagai penggugat. Kali ini korbannya adalah Anthony Joseph, Angelia Josephine dan Jimmy Lie yang didudukkan sebagai tergugat 1, 2, dan 3.

Yang mengenaskan, sidang gugatan terhadap tanah milik tergugat 1, 2, dan 3, seluas hampir 6 hektare itu telah berlangsung sejak 28 September 2020. Selama itu, ketiga tergugat tidak tahu jika dokumen kepemilikan tanahnya di Desa Kohod, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, sedang dipersengketakan. Selama itu juga proses pemeriksaan di pengadilan jalan tanpa kehadiran pihak tergugat.

Kuasa hukum tergugat 1, 2, dan 3, Reinhard Halomoan, S.H., S.E., M.H., M.Comm dan Yudha Ramon, S.H., M.H., dari Kantor Hukum “REINHARD RAJAGUKGUK & REKAN” mengatakan bahwa perkara tersebut terdaftar dalam gugatan perdata Nomor 874/Pdt.G/2020/PN.Tng. tertanggal 28 September 2020 dengan dalil kepemilikan berupa girik atas nama Idris.

“Pada tanggal 4 Agustus 2021 ada surat dari kantor Pertanahan Tangerang, isinya bahwa tanggal 6 agustus 2021 ada jadwal sidang pemeriksaan setempat yang akan dilakukan oleh PN Tangerang di atas tanah yang dimiliki oleh para klien kami berdasarkan 14 sertifikat hak milik,” kata Reinhard, di PN Tangerang, Banten, Kamis (26/8/2021).

Sejak saat itu pihak para tergugat langsung mulai mengikuti sidang gugatan. Pada sidang pertama yang mereka ikuti, terungkap bahwa dalam kopi gugatan, formulasi gugatan yang dilakukan penggugat yaitu dengan menyatakan seluruh tergugat tidak diketahui alamatnya.

“Sehingga dari awal pemeriksaan, perkara ini berlangsung tanpa kehadiran seluruh tergugat 1, 2 dan 3. Berdasarkan sidang kemarin, kita dapat informasi, bahwa mediasi yang harusnya dihadiri semua pihak, hanya dihadiri penggugat dan pihak BPN. Sehingga waktu sidang minggu lalu, kita melakukan permohonan dilakukan penjadwalan ulang,” jelasnya.

Dalam sidang itu juga diketahui, bahwa yang menjadi dasar gugatan pihak penggugat adalah pada tahun 2015, pihak penggugat mengaku memperoleh lahan seluas 6 hektare dari seseorang bernama Idris di Desa Kohod berdasarkan girik, padahal seluruh tergugat telah memiliki sertipikat hak milik.

Tetapi tanpa disangka, ternyata pada sidang lanjutan hari ini, pihak penggugat mencabut gugatannya. Alhasil, sidang dengan agenda jawaban dan gugatan rekonvensi dari tergugat 1, 2, dan 3 tidak dilanjutkan dan dokumen kepemilikan tanah tergugat 1, 2, dan 3 di atas lahan seluas hampir 6 hekater di Desa Kohod, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, tidak dalam proses sengketa.

“Agenda hari ini adalah jawaban dan gugatan rekonvensi dari tergugat 1, 2, dan 3, sebagaimana telah kami sampaikan di persidangan minggu lalu. Para klien kami sangat dirugikan. Namun sebelum kami bacakan jawaban dan gugatan rekonvensi, kuasa penggugat menyatakan dalam sidang, bahwa beberapa hari lalu ada kesepakatan antara penggugat prinsipal dan turut tergugat 1, yaitu antara yang bernama Vreddy dan Idris ada perdamaian antara mereka,” sambung Reinhard.

Berdasarkan kesepakatan itu, maka kuasa hukum penggugat melakukan permohonan pencabutan terhadap gugatan bernomor 874/Pdt.G/2020/PN.Tng dengan tiga orang tergugat Anthony Joseph, Angelia Josephine dan Jimmy Lie dinyatakan selesai.

Sementara itu, Rohadi, salah seorang saksi yang turut hadir dalam persidangan itu mengaku kaget dengan gugatan yang dilayangkan oleh pihak penggugat terhadap tanahnya. Dia mengatakan, tanah tersebut dibelinya pada 2007 itu sudah bersertifikat. Tanah itu, kini telah dijual kepada H Dulloh, seluas sekira 1,5 hektare dengan nilai sekitar Rp2 Miliar.

“Saya jual tanah itu ke H. Dulloh tahun 2018, dan gak ada masalah. Ini kan sudah jadi sertifikat. Saya jual karena ada kebutuhan. Kalau tanah bermasalah kenapa ada sertifikat? Saya jadi saksi untuk Pak H. Dulloh,” pungkas Rohadi.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )