PPKM Level 4 Diperpanjang, Ini Aturan Baru Perjalanan Udara Bagi WNA

PPKM Level 4 Diperpanjang, Ini Aturan Baru Perjalanan Udara Bagi WNA

BreakingNEWS.vip, JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengeluarkan surat edaran (SE) dengan nomor 18 tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Covid-19. Regulasi surat edaran tersebut tentunya disesuaikan dengan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1-4 yang telah diperpanjang hingga 16/8/2021 mendatang bagi WNA yang menggunakan jalur udara.

“Surat edaran ini selaras dengan ketentuan tentang perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang mulai berlaku hari ini. Para pelaku perjalanan mesti diatur agar mobilitas yang terjadi tidak menjadi sumber penularan baru Covid-19 ,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/8/2021).

Dilansir dari antaranews.com, ketentuan yang diatur dalam surat edaran tersebut tidak banyak memiliki perbedaan jika dibandingkan dengan surat edaran sebelumnya.

Adapun aturan baru yang diubah adalah persyaratan testing pada transportasi udara semua telah disamakan untuk semua llevel di setiap daerah. Saat ini, seluruh daerah sudah dapat menggunakan (maks 2×24 jam) Real Time PCR atau tes antigen (maks 1×24 jam).

Seperti diberitakan sebelumnya, daerah dengan penerapan PPKM level 3 dan 4 saja yang menggunakan Real Time PCR. Kemudian untuk persyaratan surat vaksinasi, minimal menggunakan dosis pertama dan berlaku untuk semua level daerah.

SE Internasional juga mendapatkan sedikit perubahan aturan. Kelompok pelaku perjalanan internasional yang khusus akan mendapat pengecualian syarat vaksinasi adalah warga negara asing (WNA) pemegang visa diplomatik dan dinas sesuai mekanisme TCA, WNA yang masuk ke Indonesia hanya untuk transit penerbangan keluar dari wilayah Indonesia, WNA usia anak di bawah 18 tahun, WNA pemegang Kartu Ijin Tinggal Terbatas (KITAS) dan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) dan pelaku perjalanan kondisi kesehatan khusus yang memang tidak bisa divaksinasi.

Disebutkan pula bagi WNA yang belum divaksinasi dan dapat dilayani vaksinasinya di Indonesia adalah warga yang berusia 12 hingga 17 tahun serta pemegang KITAS dan KITAP.

Sedangkan untuk penetapan tempat karantina dan pemberlakuan tes pembanding untuk RT-PCR kedua, pelaku perjalanan harus mengikuti beberapa syarat di antaranya adalah penentuan tempat akomodasi karantina perlu mendapatkan rekomendasi Satgas Penanganan Covid-19 setelah memenuhi syarat dari PHRI dan Kementerian atau Dinas kesehatan terkait urusan sertifikasi protkes Covid-19.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )