Survei LKPI: Ailangga Hartarto Pilihan Pertama Ketum Partai untuk Capres

Survei LKPI: Ailangga Hartarto Pilihan Pertama Ketum Partai untuk Capres

JAKARTA, BreakingNEWS.vip – Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto menduduki peringkat pertama keterpilihan dengan angka 30,70 persen dalam riset Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) tentang calon presiden 2024 dari kalangan Ketua Umum Partai Politik.

Di belakangnya, Prabowo Subianto (Gerindra) menguntit dengan angka 20,20 persen, Megawati Soekarnoputri (14,30 persen), Muhaimin Iskandar (PKB) 10,80 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (Demokrat) 7,20 persen, Ahmad Syaikhu (PKS) 7,20 persen, Zulkifli Hasan (PAN) 4,30 persen), Surya Paloh (NasDem) 4,20 persen, dan Suharso Monoarfa (PPP) 1,10 persen.

Sebanyak 76,8 persen dari total 1.820 responden menyatakan siap mencoblos, jika pilpres digelar hari ini.

Hasilnya, Airlangga kembali menjadi tokoh yang paling banyak dipilih dengan angka 11,8 persen. Beda tipis dengan Ganjar Pranowo, yang mendulang angka 11,7 persen.

“Tingkat elektabilitas Airlangga terdongkrak dengan keberhasilannya, dalam menjalankan tugas dari Presiden Jokowi, dalam melakukan penanggulangan Covid 19 dan pemulihan ekonomi,” kata Direktur Pusat Data LKPI, Alamsyah Wijaya, Selasa (26/10/2021).

Sementara tingkat elektabilitas Ganjar Pranowo, didorong pergerakan yang sangat massive dari para relawan Ganjar Pranowo for President. Baik melalui serangan darat langsung ke masyarakat, maupun di media sosial.

Peringkat ketiga ditempati Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto 10,2 persen.

Yang menarik dari hasil temuan survei, Gatot Nurmantyo terpilih dengan angka 8,1 persen.

Gatot merupakan tokoh dari kalangan TNI yang bukan pejabat negara, pimpinan parpol atau kader parpol. Ini menunjukkan, Gatot menjadi simbol antitesa dari para tokoh-tokoh parpol dan pejabat negara yang punya kesempatan maju sebagai capres.

Di belakang Gatot, terdapat nama Puan Maharani dengan tingkat keterpilihan 7,6 persen.

Ini mengukuhkan Puan menjadi wanita yang memiliki pengaruh paling kuat dalam jagat politik Indonesia.


Disusul Moeldoko yang juga dari kalangan TNI dengan 7,6 persen, Tri Rismaharini 4,4 persen, Anies Baswedan yang hanya dipilih sebanyak 3,3 persen.

Rendahnya keterpilihan Anies Baswedan ini antara lain dipicu oleh dampak Formula E Gate, yang dianggap publik bertendensi merugikan keuangan negara, serta tidak bermanfaat bagi warga Kota Jakarta.

Muhaimin Iskandar membuntuti dengan angka 3,2 persen , Megawati Soekarnoputri 2,5 persen, Ridwan Kamil 1,9 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 1,8 persen dan tokoh ketua umum parpol lainnya di bawah 1 persen.

Survei ini melibatkan 1.820 responden yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia, dengan margin of error (MoE) sebesar ±2,3 persen dan tiingkat kepercayaan 95 persen.

Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 10 hingga 24 Oktober 2021 melalui wawancara tatap muka (face to face interview) dengan prokes yang ketat oleh enumerator dengan instrumen kuesioner.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )