Survei LSI: Airlangga Hartarto di Urutan Teratas Pilihan Responden

Survei LSI: Airlangga Hartarto di Urutan Teratas Pilihan Responden

JAKARTA, BreakingNEWS.vip — Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, menempati urutan teratas sebagai tokoh nasional yang layak menjadi presiden periode mendatang. Airlangga Hartarto dipandang sebagai calon capres yang paling popular, dengan dukungan suara 12,10 persen.

Demikian hasil survei terbaru yang dirilis Labolatorium Suara Indonesia (LSI), Selasa (12/10/2021). Hasil survei memperlihatkan tingkat elektabilitas sejumlah tokoh yang digadang-gadang punya kans maju di Pilpres 2024. Riset dilakukan LSI kepada 2.178 responden warga negara Indonesia yang akan memiliki hak pilih pada pemilu 2024.

Survei terbaru itu diselenggarakan periode 24 September – 8 Oktober 2021. Penentuan sampel menggunakan metode multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of error 2,1 persen. Metode pengambilan data dari responden oleh surveyor menggunakan saluran telepon seluler dan fix line.

Surveyor menyodorkan nama-nama tokoh capres kepada responden. Hasilnya menempatkan sosok Airlangga Hartarto di posisi teratas dengan dukungan sebesar 12,10 persen.

Airlangga Hartarto yang juga Menko Perekonomian dan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) itu, mengungguli Prabowo Subianto (11,805), Ganjar Pranowo (11,30%), Gatot Nurmantyo (6,20%), Puan Maharani (5,80%), Susi Pudjiastuti (4,80%). Tokoh lain memiliki dukungan kurang dari 4,50 persen, sementara sebanyak 12,10% responden tidak memilih.

Menurut keterangan Direktur Eksekutif Laboratorium Suara Indonesia, Albertus Dino, jika survei dilakukan tanpa menyebut nama tokoh, Prabowo Subianto mendapat dukungan tertinggi, yakni 10,20 persen, diikuti oleh Ganjar Pranowo 9,20 persen, dan Airlangga Hartarto 8,90 persen. Berikutnya, Gatot Nurmantyo dengan dukungan sebesar 7,30 persen, Puan Maharani 6,70 persen, Susi Pudjiastuti 6,10 persen, sedangkan Anies Baswedan hanya 5,10 persen.

Albertus Dino menyimpulkan peta penguasaan pemilih terhadap tokoh bakal calon presiden 2024 terkonsentrasi pada segmen tertentu saja. “Pada sisi lain, dinamika preferensi publik terhadap sosok bakal calon presiden selama ini masih terbilang stagnan,” ujar Dino.

Ia juga menyebut belum ada wajah-wajah baru bakal capres pilihan masyarakat hingga saat ini. Hal itu menurut Dino makin mengaburkan prediksi peluang keunggulan setiap kandidat, termasuk Airlangga Hartarto yang sudah ditetapkan sebagai capres dari Golkar.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )